“Kami berharap kopi Pagaralam dapat diterima dengan baik di Malaysia dan membuka peluang ekspor yang lebih luas ke depannya,” kata Kostan.
Ia juga menambahkan bahwa ekspor ini memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu penghasil kopi unggulan di pasar internasional. Karantina Sumsel terus berkomitmen mendukung ekspor dengan memastikan produk-produk sesuai standar kualitas internasional.
Selain ekspor ini, pada tahun 2024, Sumsel telah mengirimkan sampel biji kopi ke Jerman, serta pada tahun 2023 dan 2022 berhasil mengekspor kopi ke berbagai negara seperti Inggris, Mesir, Arab Saudi, Jepang, dan Taiwan.
“Ada peningkatan minat terhadap kopi asal Sumsel di pasar internasional. Kami siap mendukung para petani dan eksportir agar kualitas kopi tetap terjaga sehingga ekspor ke berbagai negara dapat semakin meningkat,” tutup Kostan.
Acara pelepasan ekspor turut dihadiri oleh Bea Cukai Palembang, Dinas Perdagangan Provinsi Sumatera Selatan, serta pejabat karantina lainnya.