“Kami sudah menempatkan personel di empat pos prioritas. Fokus utama kami berada di daerah gambut karena wilayah tersebut paling rentan mengalami kebakaran saat musim kemarau panjang,” kata Marko.
Selain menyiagakan personel, BPBD juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Imbauan serupa juga telah disampaikan kepada perusahaan perkebunan dan industri yang beroperasi di wilayah Musi Banyuasin.
Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Kabupaten Muba melalui Bupati juga telah menerbitkan surat edaran tentang kesiapsiagaan menghadapi karhutla yang mulai berlaku sejak 2 Mei 2026.
BPBD bersama instansi terkait juga melakukan monitoring langsung ke perusahaan-perusahaan guna memastikan kesiapan personel, peralatan, dan sarana pemadam kebakaran yang dimiliki masing-masing perusahaan.
“Kami cek langsung jumlah personel, mobil tangki air, pompa, selang, nozzle hingga peralatan pendukung lainnya untuk memastikan perusahaan siap menghadapi kebakaran di wilayah kerjanya,” ungkapnya.