Meski tahun ini BPBD mengalami penyesuaian anggaran akibat kebijakan efisiensi, Marko memastikan kondisi tersebut tidak akan mengurangi komitmen pihaknya dalam menghadapi ancaman karhutla.
Namun demikian, beberapa langkah penyesuaian tetap dilakukan, seperti pengurangan jumlah personel yang ditempatkan di posko serta pembatasan kegiatan sosialisasi dan monitoring dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau tahun ini tergolong kemarau kering dengan curah hujan yang jauh lebih sedikit dibanding kondisi normal. Bahkan dalam satu bulan diperkirakan hanya terjadi tiga hingga empat kali hujan.
“Kita berharap tahun ini tidak mengalami kondisi ekstrem seperti tahun 2019 maupun 2023. Karena jika kemarau kering disertai El Nino berlangsung panjang, potensi kebakaran akan meningkat signifikan,” ujarnya.
Marko juga mengungkapkan bahwa sebagian besar kebakaran lahan yang terjadi sejauh ini merupakan lahan milik masyarakat. Dari hasil penelusuran petugas, kebakaran umumnya dipicu aktivitas pembersihan lahan dengan cara membakar yang kemudian api menjalar ke area sekitar.