“Dirumahnya saya bertemu dengan pelaku dan menyampaikan kalau saya ingin membayar uang garap pekerjaan dengan alat berat Rp 800 ribu uang itu diterimanya setelah itu saya pamit pulang tapi saat itu pelaku berkata nanti dulu katanya karena menghargai saya pun belum pulang dan disuguhi pelaku minum es susu tak lama setelah itu saya pamit pulang.,”tuturnya.
Masih dikatakan Iskandar, sekitar bulan September 2024 pelaku datang ke rumahnya bersilaturahni kebetulan saat itu ada acara tiga hari meninggal ibu kandungnya.
“Saat itu, pelaku datang sambil berkata Is buntu ini lagi is ambil upahan pasang baleho, saya jawab alhamdulillah berarti masih ada orang yang mau memberikan kerja, lalu dia minta tolong uang 50 ribu untuk beli rokok dan saya kasih sambil ngopi karena kebetulan abis acara tiga hari ibu saya meninggal setelah dikasih uang 50 dia minta tambah 50 ribu lagi dan saya kasih lagi setelah dia pulang sambil mengucapkan terima kasih,”bebernya.
Lalu sekitar kata Iskandar tiga hari tepatnya malam minggu sebelum pembacokan pelaku datang lagi ke rumahnya namun hanya bertemu dengan istri korban karena korban sedang tidak berada dirumah.