
“Bagi kami, aset-aset yang didirikan seperti hidroponik dan pembuatan kolam pertenakan ikan tersebut tidak ada gunanya bagi kami, baik untuk prosses pembelajaran dan menambah ilmu kami,” imbuhnya.
Aidil juga menjelaskan, akibat dari perbuatan pihak YMS tersebut para dosen dan karyawan Poltek Sekayu melakukan aksi mogok kerja yang juga memepertanyakan haknya sebagai dosen dan karyawan.
“Tentunya itu sangat berimbas terhadap kami, apalagi bagi kami yang sedang menjalankan semester akhir tentunya akan terancam gagal wisuda,” tukasnya.
Mewakili seluruh Mahasiswa Poltek Sekayu, Aidil juga berharap kepada pihak Pemerintah Daerah agar memperhatikan nasib dari para Mahasiswa Poltek Sekayu ini.
“Kami berharap kepada bapak Pj Bupati Apriyadi untuk mendiskusikan permasalahan ini atas bagaimana soslusi terbaiknya,” harapnya.(win)