Ia juga mengunggah video ketika membuat laporan di Polda Sumsel.
Atas kejadian tersebut korban berinisial M (10) yang masih duduk di bangku kelas 5 SD mengalami trauma berat dan tidak mau bersekolah lagi hingga saat ini.
Ketika dijumpai, Cornelia (33) warga Jalan Sambu Kapten A Rivai Kelurahan 26 Ilir mengatakan, awalnya ia mendapatkan telepon dari guru kalau anaknya dipukuli saat jam istirahat.
Untuk memastikan hal itu ia dan suami menjemput anaknya ke sekolah.
“Kami diberi tahu oleh guru sekolah kalau anak saya dipukul sama terlapor yang duduk di bangku kelas 6. Pas sampai kami turun lihat ada orangtua terlapor katanya minta maaf ke anak saya, dan di dalam mobil baru anak saya cerita kalau dia dipukuli, ” kata Cornelia, Rabu (7/8/2024).
Cornelia menceritakan peristiwa itu bermula ketika M sedang istirahat dan naik ke lantai 5 untuk melihat anak-anak yang bermain bola.
Kemudian M melihat terlapor C ditertawakan oleh siswa lainnya, kemudian C mengejar M dan memukuli korban sebanyak tiga kali di perut menggunakan lutut.