“Di era digital ini, guru harus memiliki kemampuan penuh untuk menerapkan pembelajaran dengan sistem digitalisasi. Karena itu, kita adakan seminar ini agar para guru mendapatkan pembekalan, baik dari segi materi maupun metodologi pembelajaran deep learning,” ujar Zulinto.
Menurut Zulinto, pembelajaran mendalam tak hanya menyentuh aspek kognitif siswa, tetapi juga afektif dan psikomotorik. Hal ini penting agar siswa tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki karakter dan keterampilan yang dibutuhkan di masa depan.
“Guru perlu memahami bagaimana mentransformasikan materi pembelajaran dari kementerian pendidikan ke dalam bentuk yang menyenangkan dan mudah diterima oleh siswa. Di sinilah peran metodologi pembelajaran yang efektif sangat dibutuhkan,” lanjutnya.