“Rekan-rekan korban sempat berupaya memanggil dan melakukan pencarian, namun korban sudah tidak terlihat lagi di permukaan air,” jelasnya.
Dari hasil penyelidikan sementara, polisi menduga korban hilang akibat serangan buaya liar yang memang kerap muncul di kawasan tersebut. Personel Ditpolairud juga telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mendokumentasikan perahu jukung yang hendak diperbaiki sebagai bagian dari proses penyelidikan.
“Hingga saat ini belum ditemukan adanya indikasi tindak pidana. Fokus kami adalah melakukan pencarian terhadap korban bersama masyarakat dan instansi terkait,” tambah Heru.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan personel Ditpolairud masih berada di lokasi untuk membantu proses pencarian.
“Kami memastikan seluruh personel bekerja secara maksimal dalam upaya menemukan korban,” katanya.
Polda Sumsel juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan sungai, rawa, maupun daerah pesisir yang diketahui menjadi habitat buaya liar.