Sebab itu Herman Deru memberikan pesan agar para anggota majelis taklim sholawat nariyah terus melakukan kegiatan agamis yang positif terlebih lagi para anggotanya merupakan mayoritas para kaum ibu.
“Dengan berdirinya majelis taklim di desa ini membuat para kaum ibu-ibu dapat berkegiatan dengan positif. Ibu merupakan madrasah utama bagi anak sehingga nanti tercipta generasi yang cerdas dan berakhlak mulia. Teruslah lakukan kegiatan positif seperti ini,” ucapnya.
Tak hanya itu, dia juga berharap majelis taklim sholawat nariyah dapat menciptakan kegiatan seni yang agamis.
“Selain itu juga saya berharap selain sholawat, kegiatan seni yang agamis juga perlu diciptakan misalkan rabbana dan hadroh yang aktif jadi tidak hanya latihan-latihan saja ikuti lomba-lomba,”harapnya.
Untuk kelancaran pembangunan gedung Sholawat Nariyah, Herman Deru ikut membantu sumbangan berupa material untuk menyelesaikan pembangunan gedung tersebut.
Pengurus sekaligus Pengasuh Majelis Taklim Sholawat Nariyah, Imam Muarif menuturkan gedung sholawat nariyah di desa air hitam merupakan gedung sholawat ke 18 yang dibangun di Sumbagsel.