BANYUASIN, Topik Sumsel — Warga Desa Senda Mukti, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin, kini dapat bernafas lega. Pasalnya, permasalahan air bersih yang selama ini membayangi berhasil diatasi dengan hadirnya prototipe pengolahan bersih terpadu menggunakan teknologi Low Cost Ceramic Membrane yang diberi nama KEMILAU Unitas (Keramik Membran Inovasi Lokal dan Unggul). Pengembangan inovasi ini merupakan hilirisasi hasil penelitian Assoc. Prof. Dr. Hj. Sisnayati, S.T., M.T. yang didanai oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui skema Bantuan Luaran Prototipe yang dinaungi oleh Lembaga Penelitian Universitas Tamansiswa (Unitas) Palembang. Inovasi ini mampu mengolah air gambut menjadi air bersih dan air siap minum dengan kapasitas produksi mencapai 15.000 liter air bersih dan 2.500 liter air minum per hari.
Kehadiran KEMILAU Unitas disambut antusias oleh warga. Sejak tahun 2021, sumber air gambut yang telah diupayakan melalui sumur bor belum dapat dimanfaatkan secara maksimal karena kualitasnya yang buruk. “Air adalah sumber kehidupan,” begitulah pepatah yang sering kita dengar. Namun, apa jadinya jika sumber air yang tersedia justru keruh dan tidak layak konsumsi?