Untuk mengantisipasi Karhutla di wilayah yang dinilai rawan, Polres Muba juga melakukan penebalan personel. Salah satunya di Kecamatan Bayung Lencir yang mendapat bantuan kendali operasi (BKO) pasukan Brimob bersama personel gabungan lainnya.
Total sekitar 100 personel telah diterjunkan ke wilayah tersebut. Mereka sudah berada di lokasi selama tiga hari terakhir untuk melakukan mitigasi dan mengantisipasi potensi kebakaran.
“Pasukan tersebut telah berada di lokasi selama tiga hari terakhir dan telah melakukan mitigasi untuk peristiwa kebakaran ke depannya,” jelas Adik.
Kapolres Muba juga mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menganggap setiap kebakaran lahan yang terjadi pada musim kemarau sebagai peristiwa yang muncul secara alami.
Menurutnya, setiap kejadian harus ditelusuri melalui investigasi di lapangan untuk mengetahui dari mana sumber api berasal dan apakah terdapat unsur kesengajaan.
“Sementara untuk kasus yang sudah terbakar, kita terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku pembakaran. Jadi jangan berasumsi kebakaran di lahan saat musim kemarau itu selalu terjadi dengan sendirinya,” katanya.