MUBA, Topik Sumsel — Baru menjalani hari pertama sebagai Kapolres Musi Banyuasin (Muba), AKBP Adik Listiyono langsung mengambil langkah strategis menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah.
Salah satu langkah awal yang dilakukan yakni memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan perusahaan yang beroperasi di Kabupaten Muba. Sebanyak 53 perusahaan dilibatkan untuk bersama-sama mengantisipasi sekaligus menangani Karhutla.
Kapolres Muba AKBP Adik Listiyono mengatakan, penanganan Karhutla membutuhkan sinergi seluruh pihak, termasuk perusahaan yang memiliki aktivitas dan lahan di wilayah Kabupaten Muba.
“Kita sudah melakukan koordinasi dan kolaborasi dengan beberapa perusahaan. Total 53 perusahaan sudah kita libatkan untuk mengantisipasi Karhutla,” kata Adik Listiyono di sela pelepasan Kapolres Muba sebelumnya, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, keterlibatan perusahaan tidak hanya sebatas koordinasi, tetapi juga harus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan. Perusahaan nantinya akan bergabung bersama Satgas Karhutla dalam melakukan pencegahan dan penanganan kebakaran.
“Mereka akan terlibat secara aktif untuk turun ke lapangan bergabung bersama Satgas Karhutla. Selain memperkuat penanganan di lapangan, kita juga mulai melakukan langkah hukum terhadap setiap kejadian Karhutla,” tegasnya.
Polres Muba juga akan melakukan verifikasi terhadap setiap kejadian Karhutla untuk mengetahui asal-usul api serta memastikan penyebab kebakaran.
Dalam proses tersebut, polisi akan memanggil kepala desa maupun pemilik lahan yang terbakar untuk dimintai keterangan. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari penyelidikan sekaligus menentukan tindakan hukum apabila ditemukan unsur kesengajaan.
“Pemilik lahan harus bertanggung jawab terhadap kondisi lahan yang dikelolanya, terutama ketika terjadi kebakaran. Para pelaku pembakaran ini akan diberi efek jera karena sengaja melakukan pembakaran di musim kemarau,” ujarnya.
Adik juga telah menginstruksikan para Kapolsek untuk berkoordinasi dengan kepala desa agar memberikan peringatan kepada para pemilik lahan di wilayah masing-masing.
Untuk mengantisipasi Karhutla di wilayah yang dinilai rawan, Polres Muba juga melakukan penebalan personel. Salah satunya di Kecamatan Bayung Lencir yang mendapat bantuan kendali operasi (BKO) pasukan Brimob bersama personel gabungan lainnya.
Total sekitar 100 personel telah diterjunkan ke wilayah tersebut. Mereka sudah berada di lokasi selama tiga hari terakhir untuk melakukan mitigasi dan mengantisipasi potensi kebakaran.
“Pasukan tersebut telah berada di lokasi selama tiga hari terakhir dan telah melakukan mitigasi untuk peristiwa kebakaran ke depannya,” jelas Adik.
Kapolres Muba juga mengingatkan masyarakat agar tidak serta-merta menganggap setiap kebakaran lahan yang terjadi pada musim kemarau sebagai peristiwa yang muncul secara alami.
Menurutnya, setiap kejadian harus ditelusuri melalui investigasi di lapangan untuk mengetahui dari mana sumber api berasal dan apakah terdapat unsur kesengajaan.
“Sementara untuk kasus yang sudah terbakar, kita terus melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa pelaku pembakaran. Jadi jangan berasumsi kebakaran di lahan saat musim kemarau itu selalu terjadi dengan sendirinya,” katanya.
“Harus dilihat asal muasal api dari investigasi di lapangan. Peristiwa Karhutla ini bukan barang baru, bahkan 10 tahun ke belakang sudah ada. Jangan sampai kita tidak tahu dan merasa tidak peduli dengan alam,” pungkasnya.