Karhutla di Ogan Ilir Merambat Dekati Permukiman, Polisi Perkuat Pemadaman dan Penyekatan

Personel Operasi Aman Nusa II Polda Sumsel berjibaku memadamkan dan melakukan pembasahan lahan yang terbakar di kawasan Jalan Sriwijaya Raya, Sungai Rambutan, Indralaya Utara, Ogan Ilir, Senin (17/8/2026) malam. Kobaran api sempat mendekati akses jalan dan kawasan permukiman warga.
750 x 100 AD PLACEMENT

OGAN ILIR, Topik Sumsel Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Jalan Sriwijaya Raya, Desa Sungai Rambutan, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, mulai mendekati permukiman warga pada Senin (17/8/2026) malam.

Kondisi tersebut membuat personel Operasi Aman Nusa II Polda Sumsel bergerak cepat untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke badan jalan maupun merambat ke sisi lain yang mengarah ke kawasan permukiman.

Di tengah kondisi penerangan yang terbatas, personel berjibaku melakukan pemadaman di lokasi yang berada tidak jauh dari akses Jalan Bypass Indralaya. Penanganan difokuskan pada upaya penyekatan dan pembasahan untuk menghentikan laju api.

Mobil pemadam karhutla milik Ditsamapta Polda Sumsel turut dikerahkan untuk melakukan penyiraman di sekitar jalur api. Air disemprotkan ke lahan yang terbakar sekaligus membasahi area di sekitarnya sebagai batas basah agar api tidak mudah merambat menuju badan jalan dan permukiman.

Setelah kobaran api di sekitar akses jalan berhasil dikendalikan, personel tidak langsung meninggalkan lokasi. Petugas kembali melakukan penyisiran untuk mencari titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan berpotensi menyimpan bara.

Dengan menggunakan mesin pompa gendong, pembasahan dilakukan berulang di sejumlah titik. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan bara api benar-benar padam sekaligus mencegah munculnya kembali kobaran yang dapat memperluas area terdampak.

Kondisi lahan yang kering menjadi salah satu tantangan dalam proses pemadaman. Jika tidak segera dikendalikan, api berpotensi kembali menjalar, terlebih lokasi kebakaran berada dekat dengan akses jalan utama dan permukiman warga.

Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan, personel di lapangan mengedepankan penanganan yang cepat dan terukur, terutama ketika titik api berada dekat dengan akses publik dan kawasan permukiman.

“Personel di lapangan terus melakukan pemadaman, penyekatan, dan pembasahan untuk memastikan api tidak meluas. Prioritas kami adalah mencegah api menjalar ke arah jalan dan permukiman serta memastikan kondisi di lokasi benar-benar aman,” kata Nandang, Selasa (18/8/2026).

Menurut Nandang, penanganan karhutla tidak hanya berfokus pada kobaran api yang terlihat, tetapi juga memastikan titik-titik yang masih mengeluarkan asap dan berpotensi menyimpan bara mendapatkan pembasahan secara menyeluruh.

“Setiap titik yang masih berpotensi menimbulkan api kembali terus dipantau dan dilakukan pembasahan. Kami juga mengimbau masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya karhutla dengan tidak melakukan pembakaran lahan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering,” tambahnya.

Hingga Senin malam, personel Operasi Aman Nusa II Polda Sumsel masih berada di lokasi untuk melanjutkan proses pemadaman, penyisiran, dan pembasahan.

Upaya tersebut dilakukan untuk memastikan kobaran api tidak kembali membesar dan tidak meluas ke arah Jalan Bypass Indralaya maupun permukiman warga.

Penanganan tersebut menjadi bagian dari upaya Polda Sumsel menjaga keselamatan masyarakat serta memastikan akses publik tetap aman dari ancaman karhutla melalui respons cepat, terukur, dan berkelanjutan.

750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT