Meski demikian, kondisi kualitas udara masih terus dipantau. Ardiansyah menyebut, berdasarkan informasi BMKG, kondisi kemarau diperkirakan masih berlangsung hingga akhir Oktober sehingga potensi karhutla dan perubahan kualitas udara tetap menjadi perhatian.
“Kami akan pantau sampai akhir Oktober ini apakah kondisi udara yang ada di Musi Banyuasin tidak sehat atau sehat. Nanti kebijakan itu yang akan kami ambil ke depannya,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Muba, sejumlah titik api atau fire spot masih menjadi perhatian pemerintah daerah.
Wilayah yang disebut memiliki titik api cukup banyak di antaranya Kecamatan Bayung Lencir dan kawasan Sekayu.
Karena itu, penanganan kesehatan dan antisipasi dampak karhutla saat ini lebih difokuskan di wilayah Bayung Lencir dan seputaran Sekayu.
Dengan kondisi tersebut, Dinkes Muba mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap gangguan pernapasan, terutama kelompok rentan seperti balita, anak-anak dan lansia, selama musim kemarau dan karhutla masih berlangsung.