“Tapi karena ayah meninggal, jadi batal daftar hajinya dan uangnya ditarik ibu untuk disedekahkan setiap hari Jumat,”ungkapnya.
Dikatakan Apung, ibu dan almarhum ayahnya sempat daftar haji, namun ayahnya mulai sakit sakitan sehingga hanya bisa berangkat umrah.
“Tahun 2024 ayah saya meninggal sehingga daftar hajinya dibatalkan ibu saya menarik semua uang yang ada di tabungan.
Uangnya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, dan dipakai juga untuk sedekah Jumat membagikan 50 kotak nasi untuk orang orang sekitar rumah.
Dijelaskan Apung kebakaran melahap rumahnya terjadi pada Sabtu dini hari sekitar pukul 00:00 WIB dinihari.
Api pertama kali diketahui ibunya sudah membesar dari informasi warga api diduga berasal dari depan disalah satu kios.
“Karena besar api pun menjalar hingga menyambar bagian depan rumah ibu saya, ibu terbangun karena mendengar bunyi ‘klotok-klotok’ dari api. Dua petak kios disewakan ke penjual buah dan konter handphone satunya lagi bengkel usaha adik,” katanya.
Melihat api sudah membesar Kasiyanti langsung membangunkan menantu dan cucu untuk menyelamatkan diri keluar rumah lewat pintu belakang.