PALEMBANG, Topik Sumsel — Tim SAR Gabungan akhirnya berhasil menemukan jasad Ipan Nurzaman (26), korban yang dilaporkan hilang dan diduga diterkam buaya liar di perairan Desa Teluk Betung, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 18.15 WIB, setelah empat hari pencarian.
Korban yang merupakan warga Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, ditemukan mengapung di Perairan Tungkal, Kecamatan Pulau Rimau, sekitar 450 meter dari lokasi awal diduga diterkam buaya pada Senin (6/7/2026) dini hari.
Usai dievakuasi, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Moh. Hasan Palembang untuk proses identifikasi dan pemeriksaan lebih lanjut.
Kabid Humas Polda Sumatera Selatan Kombes Pol Nandang Mu’min Wijaya mengatakan proses pencarian melibatkan Tim SAR Gabungan yang terdiri dari personel Pangkalan Sandar Penuguan Ditpolairud Polda Sumsel, Basarnas Palembang, Polsek Pulau Rimau, Babinsa Teluk Betung, BPBD Kabupaten Banyuasin, TNI AL, pemerintah desa, masyarakat, serta keluarga korban.
“Sejak korban dilaporkan hilang pada Senin dini hari, seluruh unsur Tim SAR Gabungan bahu-membahu melakukan pencarian di sepanjang perairan lokasi kejadian hingga akhirnya korban berhasil ditemukan,” ujar Nandang, Jumat (10/7/2026).
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lapangan, korban diduga meninggal dunia akibat serangan buaya liar. Meski demikian, kepolisian masih melakukan pendalaman melalui pemeriksaan medis dan pengumpulan keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.
Menurut Nandang, peristiwa tersebut menjadi pengingat bagi masyarakat agar selalu meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan yang diketahui merupakan habitat satwa liar.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban. Polda Sumsel bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan telah berupaya maksimal hingga korban berhasil ditemukan. Kami juga mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati saat beraktivitas di sungai maupun perairan yang menjadi habitat buaya, serta segera melaporkan kepada petugas apabila menemukan kondisi yang berpotensi membahayakan keselamatan,” tegasnya.