PALEMBANG, Topik Sumsel — Di balik semarak perlombaan perahu bidar yang setiap tahun memeriahkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia dan Hari Jadi Kota Palembang, terdapat tangan-tangan terampil yang terus menjaga warisan budaya Sungai Musi.
Salah satunya berada di Kampung Tatang, Lorong PMI, Kelurahan 35 Ilir, Kecamatan Ilir Barat II, tempat lahirnya Perahu Bidar Tatang Putra, perahu yang dikenal sebagai langganan juara.
Perahu bidar bukan sekadar alat perlombaan, melainkan simbol budaya masyarakat tepian Sungai Musi yang telah diwariskan secara turun-temurun. Tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi agenda tahunan Pemerintah Kota Palembang, dengan lintasan perlombaan dari kawasan Jembatan Musi VI hingga finis di depan Benteng Kuto Besak.
Salah seorang pengrajin perahu bidar, Abdul Gopar (73), mengatakan proses pembuatan satu unit perahu bidar sepanjang 24 meter membutuhkan waktu sekitar satu bulan dan dikerjakan oleh empat orang pengrajin asal Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).