“Untuk membuat satu perahu bidar sepanjang 24 meter dibutuhkan sekitar satu meter kubik kayu jenis Merawan Serumpun yang didatangkan dari Lubuklinggau. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar satu bulan hingga selesai dicat,” ujar Gopar, Kamis (6/8/2026).
Perahu yang memiliki panjang sekitar 24 meter itu dirancang untuk menampung 56 orang, terdiri dari 55 pendayung dan satu juragan yang bertugas memberi aba-aba sekaligus menyemangati tim selama perlombaan.
Menurut Gopar, nama Tatang Putra diambil dari nama Kampung Tatang, kawasan tempat perahu tersebut dibuat. Selama bertahun-tahun, perahu ini dikenal sebagai salah satu pesaing terkuat dalam lomba bidar di Sungai Musi dan telah berkali-kali meraih gelar juara.
“Rival terberat kami biasanya dari Pemulutan. Alhamdulillah, Tatang Putra sudah beberapa kali menjadi juara, termasuk meraih juara pertama pada perlombaan tahun lalu,” katanya.
Pembuatan perahu bidar Tatang Putra dibiayai melalui dukungan sponsor. Berbagai instansi maupun perusahaan, seperti Pertamina, PT Pusri, hingga Dinas Perhubungan Kota Palembang, pernah menjadi sponsor tim tersebut.