Menjaga Tradisi Juara, Perahu Bidar Tatang Putra Terus Lahir dari Kampung Tatang Palembang

Pengrajin menyelesaikan proses pembuatan Perahu Bidar Tatang Putra di Kampung Tatang, Kelurahan 35 Ilir, Palembang. Perahu sepanjang 24 meter yang menjadi langganan juara lomba bidar di Sungai Musi ini dipersiapkan untuk memeriahkan perlombaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2026, sekaligus menjadi simbol pelestarian budaya khas Palembang.
750 x 100 AD PLACEMENT

Biaya pembuatan satu unit perahu mencapai puluhan juta rupiah. Sementara seluruh pendayung berasal dari Pedamaran, OKI, yang setiap tahunnya rutin memperkuat tim Tatang Putra.

“Setiap pendayung mendapatkan honor sekitar Rp250 ribu setelah perlombaan selesai. Kalau berhasil menjadi juara, uang pembinaan juga dibagi rata kepada seluruh anggota tim,” jelasnya.

Gopar menambahkan, pemilik Perahu Bidar Tatang Putra adalah Jaka, anggota Polri yang bertugas di Polsek Seberang Ulu II Palembang. Kepemilikan perahu tersebut merupakan warisan keluarga yang telah dijaga secara turun-temurun.

Menjelang perlombaan, perahu tidak langsung diturunkan ke Sungai Musi. Ada tradisi doa bersama yang masih dipertahankan sebagai bentuk rasa syukur sekaligus memohon keselamatan selama perlombaan.

“Kami menggelar doa bersama sebelum perahu diturunkan ke sungai. Biasanya disiapkan empat ekor ayam kampung dan nasi ketan sebagai ungkapan syukur,” ungkapnya.

Sementara itu, Abdul Rahman Rustam, yang bertugas sebagai juragan atau penyemangat pendayung, mengaku telah mengikuti perlombaan perahu bidar sejak peringatan HUT RI ke-53.

Pages: 1 2 3 4
750 x 100 AD PLACEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You might also like
930 x 180 AD PLACEMENT