“ABK merasa curiga karena kapal terus melaju meski sudah diberi aba-aba untuk berhenti. Setelah dicek ke ruang kemudi, almarhum ditemukan dalam kondisi tergeletak dan setelah diperiksa sudah tidak ada denyut nadi,” jelasnya.
Setelah menerima laporan, personel Polairud langsung bergerak menuju lokasi kejadian. Perjalanan dari Pos Pangkalan Sandar Upang menuju perairan Sungai Sujian ditempuh sekitar tiga jam dengan kondisi cuaca dan gelombang yang cukup besar.
“Jenazah dievakuasi dari kapal KM Kurnia dan dipindahkan ke ambulans apung untuk dibawa ke rumah duka di Desa Upang,” tandas Aipda Ardianto.