“Sepertinya pelaku sudah merencanakan aksinya karena pelaku memecahkan kaca dengan martil. Dari rekaman CCTV satu pelaku memecahkan kaca yang satunya lagi tidak ikut hanya berdiri di belakangnya saja,” katanya.
Ditegaskan Tugiyo aksi teror ini tidak ada permasalahan antara siswa ataupun yang dilakukan siswa sebelum aksi pecah kaca tersebut.
“Kami tidak ingin berspekulasi lebih banyak sebelum kasus ini terungkap karena masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Jika melihat rekaman CCTV pelaku diduga masih anak-anak atau remaja.
“Permasalahan tidak pernah ada. Makanya kami menjadi heran, kok jadi seperti ini. Semua kemungkinan bisa mungkin, tetapi untuk kenyataan ya karena belum terungkap saya tidak mau berspekulasi. Karena dasar kami adalah CCTV ada hasil mereka masuk, kemudian memecahkan. Kalau lihat secara fisik (pelaku) masih anak-anak ,” tuturnya.
Malam sebelum kejadian penjaga sekolah masih berkeliling di sekitar sekolah hingga pukul 01:30 WIB malam. Ketika setelah habis Subuh menjelang pagi hendak menyapu sekolah ternyata kaca sudah pecah semua.