Tim tidak mendapatkan sampel muntahan dari pasien karena pada saat kunjungan ke RS korban tidak mengalami muntah lagi dan kondisi sudah mulai membaik tetapi masih perlu mendapatkan perawatan.
Untuk memperoleh hasil pasti, dr Azmi masih melakukan survei dan dia mwnginformasikan tidak ada penambahan jumlah kasusu. “Alhamdulillah, kondisi pasien sudah bagus, tim tetap bekerja sambil menunggu hasil lab BPOM,” tandas Azmi.
Kepala Disdagperin Muba, Azizah SSos MT menerangkan pihaknya telah menerjunkan tim dan mengamankan permen yang diduga menjadi penyebab siswa tersebut keracunan. “Permen-permen tersebut sudah diamankan dan diserahkan ke BPOM untuk diteliti dan diambil sample,” tandasnya.(win/ril)