“Kami mohon dukungan pak Menteri, agar keberadaan rumah sakit hewan tersebut dapat dimanfaatkan dengan maksimal oleh para penggemar pemeliharaan hewan di Sumsel yang jumlahnya cukup banyak,” harapnya.
Herman Deru juga mengingatkan pada peringatan hari rabies sedunia kali ini ada keterlibatan aktif dari jajaran Pemerintah Kabupaten/kota di Sumsel untuk tetap fokus pada pencegahan dan pengendalian rabies melalui vaksinasi hewan penular rabies (HPR) secara rutin.
Berdasarkan data pada pelaksanaan vaksinasi hewan penular rabies yang digelar pada tahun 2020 lalu sebanyak 23.712 ekor. Selanjutnya pada 30 September 2021 sebanyak 2.059 ekor hewan yang mendapatkan pelayanan dari Rumah Sakit Hewan setempat.
“Sepanjang tahun 2020 sebanyak 2000 kasus gigitan hewan peliharaan masing-masing digigit anjing, kucing atau kera. Dari jumlah kasus tersebut satupun tidak ada korban meninggal. Ini tidak lain karena gencarnya vaksinasi rabies yang telah kita lakukan,” tandasnya.
Dalam peringatan puncak hari rabies sedunia (world rabies day) kali ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga mencanangkan Indonesia bebas rabies pada tahun 2030. Hal tersebut sejalan dengan target global yang diprakarsai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Organisasi Kesehatan Hewan Dunia (OIE), Badan Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-bangsa (FAO), dan Global Alliance for Rabies Control (GARC).