PALEMBANG, Topik Sumsel — Suasana di halaman Mapolda Sumatera Selatan berubah riuh pada Kamis siang saat puluhan orang yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pencari Keadilan Kasus Kriminalitas (AMP3K) melakukan aksi damai.
Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan “Hukum Jangan Tajam ke Bawah, Tumpul ke Atas!” sebagai bentuk protes atas lambannya proses hukum dalam kasus dugaan pengeroyokan terhadap seorang warga sipil bernama Edwin Syarif.
Edwin, warga Seberang Ulu I Palembang, diduga menjadi korban pengeroyokan brutal pada 20 April 2025. Laporan kepolisian atas peristiwa itu telah diterima Polrestabes Palembang dengan nomor LP/B/1172/IV/2025, namun hingga berita ini diturunkan, belum ada satu pun pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
Yang menarik perhatian publik, salah satu dari para terlapor disebut-sebut adalah seorang tokoh berpengaruh yang dikenal dengan nama Ir. R.H. Mahmud Badaruddin, yang infonya Sultan Palembang.
Status sosial dan pengaruh terlapor inilah yang dituding menjadi alasan lambatnya penanganan hukum.