“Kami memahami keresahan masyarakat. Namun penyidikan harus berdasarkan alat bukti sah dan kuat. Rekaman CCTV menjadi bukti penting untuk menentukan siapa yang melakukan apa dalam kejadian itu,” jelas AKBP Rizvy kepada awak media.
Ia menambahkan bahwa hasil forensik biasanya keluar dalam waktu dua bulan, tergantung tingkat kerumitan dan volume data yang diperiksa.
AMP3K Siap Aksi Lebih Besar
AMP3K menyatakan tidak akan berhenti mengawal kasus ini.
“Jika tidak ada progres hukum hingga akhir bulan ini, kami akan mengerahkan massa lebih besar dari berbagai kabupaten/kota di Sumsel. Keadilan bukan hadiah, tapi hak warga negara,” tegas Gamal sebelum membubarkan massa secara tertib.
‘Aksi AMP3K ini menjadi alarm keras bagi aparat agar tidak abai terhadap rasa keadilan publik, terutama dalam kasus yang menyangkut kesenjangan sosial antara rakyat biasa dan elite berpengaruh,” teriak koordinator Aksi, Wahyudi.