Bahkan jika hal itu dapat dibuktikan, maka dia menyebutkan bahwa kemenangan pasangan Herman Deru dan Cik Ujang (HDCU) adalah kemenangan yang bersifat prosedural, bukan berdasarkan visi-misi atau keinginan masyarakat. “Herman Deru mungkin bisa mengklaim ini kemenangan Sumsel, tetapi pada dasarnya ini hanyalah kemenangan prosedural yang didorong oleh mobilisasi suara, bukan karena gagasan besar,” pungkas Mualimin.
Gambaran Umum Pilkada Sumsel
Sementara itu, pengamat politik Bagindo Togar menyoroti bahwa politik uang menunjukkan masih dominannya praktik politik primitif di Pilgub Sumsel. “Praktik ini seperti barter antara paslon dan pemilih—amplop dan bansos ditukar dengan suara. Ini adalah bentuk kegagalan membangun ekosistem politik modern yang berbasis ide dan gagasan,” ujarnya.
Bagindo pun pesimistis akan adanya perubahan signifikan selama lima tahun ke depan. “Dengan masifnya politik uang, masyarakat tidak bisa berharap banyak untuk perubahan yang lebih baik. Proses yang cacat menghasilkan hasil yang serupa,” tutupnya.