“Keberhasilan pengungkapan jaringan narkotika ini tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi aktif masyarakat dalam memberikan informasi kepada aparat kepolisian,” ujar AKBP God Palarso Sinaga usai kegiatan pemusnahan.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus meningkatkan pengawasan lingkungan dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
“Sinergi masyarakat dan kepolisian menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas keamanan wilayah,” tambahnya.
Pengungkapan kasus narkotika oleh Ditresnarkoba Polda Sumsel selama Mei 2026 tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Sumatera Selatan. Kota Palembang menjadi wilayah dengan jumlah pengungkapan tertinggi, yakni sembilan laporan polisi.
Disusul Kabupaten Musi Banyuasin dengan enam laporan polisi, kemudian Kabupaten PALI dan Ogan Ilir masing-masing tiga laporan polisi.
Selain itu, pengungkapan kasus juga dilakukan di wilayah Musi Rawas, Muara Enim, dan Banyuasin dengan masing-masing dua laporan polisi. Sementara Kabupaten OKU Timur dan OKI masing-masing tercatat satu laporan polisi.