Peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi bersama seorang rekan wanitanya. Berdasarkan rekaman CCTV dan keterangan saksi, awalnya aktivitas berjalan normal.
Namun, beberapa jam setelah berada di lokasi, korban tiba-tiba mengeluhkan sesak napas hebat dan nyeri di bagian dada.
Melihat kondisi korban yang memburuk, tim keamanan (security) Club 41 dengan sigap memberikan pertolongan pertama dan langsung mengevakuasi korban menuju Rumah Sakit Myria.
Sayangnya, setibanya di rumah sakit, nyawa korban tidak dapat tertolong dan dinyatakan meninggal dunia oleh tim medis.
Sementara itu, pihak manajemen Darma Agung (DA) Club 41 Palembang memberikan klarifikasi terkait pemberitaan simpang siur mengenai meninggalnya salah seorang pengunjung pada Sabtu 10 Januari 2026.
Berdasarkan fakta di lapangan dan keterangan pihak keluarga, korban dipastikan meninggal dunia akibat riwayat penyakit jantung, sekaligus membantah rumor mengenai overdosis.
Yaperixus mewakili pihak manajemen DA Club 41 Palembang mengatakan peristiwa bermula saat korban datang ke lokasi bersama seorang rekan wanitanya.