Apriyadi menambahkan, selama satu bulan akan ada ratusan ton cocopeat limbah kelapa berasal dari Lalan Muba yang akan dijual ke luar Provinsi Sumsel. “Kemudian cocopeat dan cocofiber ini juga ada yang di ekspor ke luar negeri,” tuturnya.
Ia menjelaskan, perusahaan-perusahaan dan pihak yang membeli cocopeat tersebut memanfaatkannya untuk media tanam dan beberapa kebutuhan lainnya.
“Ada Sinar Mas dan beberapa perusahaan lainnya yang akan memanfaatkan cocopeat limbah kelapa dari Lalan ini menjadi media tanam operasional perusahaan,” terangnya.
Selain itu, Kandidat Doktor Universitas Sriwijaya ini menambahkan, ada puluhan tenaga kerja yang merupakan warga Lalan dapat terserap dengan dimulainya operasional Industri Cocopeat dan Cocofiber Kecamatan Lalan tersebut.
“Yang jelas perputaran ekonomi di Lalan kini bertambah dengan dimulainya operasional Industri Cocopeat dan Cocofiber,” bebernya.
Kepala Disdagperin Muba Azizah SSos MT menerangkan ada sejumlah perusahaan dalam dan luar negeri yang menerima cocopeat dan cocofiber limbah kelapa dari Kecamatan Lalan.