“Untuk sementara kami masih menunggu proses top up dana dari BGN pusat. Mudah-mudahan dapat segera terealisasi sehingga pelayanan kembali berjalan normal,” katanya.
Dampak penghentian operasional dapur MBG mulai dirasakan oleh para orang tua siswa. Salah satunya Fajri, wali murid TK Model Sekayu, yang mengaku telah menerima pemberitahuan dari pihak sekolah sehari sebelum program dihentikan sementara.
“Sejak Minggu kami sudah diinformasikan oleh guru bahwa pada Senin anak-anak belum menerima makanan dari program MBG. Orang tua diminta menyiapkan bekal dari rumah untuk sementara waktu. Kami juga belum mengetahui sampai kapan kondisi ini berlangsung,” ungkapnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program nasional yang bertujuan meningkatkan asupan gizi peserta didik. Karena itu, keterlambatan pencairan dana operasional dinilai berpotensi mengganggu pelayanan kepada ribuan siswa yang selama ini menjadi penerima manfaat program tersebut.