“Sabuk Kamtibmas adalah konsep yang menguatkan sinergi seluruh elemen, mulai dari Polri, TNI, pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat hingga warga. Tujuan utamanya membangun sistem keamanan yang kokoh melalui kebersamaan sehingga potensi gangguan kamtibmas dapat dicegah sejak dini,” ujar Irjen Pol. Sandi Nugroho.
Menurutnya, keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh lapisan masyarakat. Dengan kolaborasi yang kuat, berbagai potensi gangguan kamtibmas dapat diantisipasi lebih cepat dan efektif.
Senada dengan itu, Wakapolda Sumsel Brigjen Pol. Rony Samtana mengatakan bahwa semangat persaudaraan yang dibangun melalui Sabuk Kamtibmas menjadi modal utama dalam menciptakan situasi yang aman dan damai.
“Sinergi yang kuat akan menjadi benteng utama dalam menjaga situasi kamtibmas yang aman, damai, dan kondusif,” katanya.
Sementara itu, Kapolres Pagar Alam AKBP Adam Purbantoro, S.H., S.I.K., M.Si. menegaskan pihaknya akan terus memperkuat koordinasi dan kolaborasi dengan seluruh unsur masyarakat agar keamanan menjadi tanggung jawab bersama.