Menurutnya, setelah terjadi adu mulut, salah satu rekan korban sempat memanggil temannya karena emosi. Namun, Fridian disebut tidak ikut mendatangi maupun melakukan tindakan kekerasan terhadap pihak lain dan tetap berada di lokasi SPBU.
Tak lama kemudian, sopir truk engkel tersebut kembali mendatangi korban sambil membawa benda yang diduga besi dan senjata tajam sehingga korban memilih meninggalkan lokasi untuk menyelamatkan diri.
Keesokan harinya, lanjut Azhari, sekitar lima orang menggunakan dua mobil mendatangi tempat kerja korban di PT Sinar Buana Megah Perkasa. Salah satu di antaranya disebut mengaku sebagai anggota polisi.
“Klien kami mengaku diancam akan ditembak sambil diperlihatkan benda yang diduga senjata api. Setelah itu korban dipiting, dipukul, lalu dimasukkan secara paksa ke dalam mobil,” katanya.
Salah seorang rekan korban yang mencoba melarikan diri juga disebut sempat dikejar sambil diteriaki ancaman.
Korban kemudian dibawa ke sebuah warung tidak jauh dari lokasi SPBU dan diduga mengalami intimidasi serta pemukulan selama kurang lebih satu jam dalam kondisi tangan terikat.