Menurut Hambali, anak dan menantunya berencana merantau untuk bekerja di perkebunan sawit mengikuti kerabat mereka di Pekanbaru.
“Aldi mengajak anak dan cucu saya merantau ke Pekanbaru untuk kerja di kebun sawit. Di Lampung dia sehari-hari kerja serabutan,” ungkapnya.
Hambali juga menceritakan, sebelum berangkat ketiga korban sempat dua kali tertinggal bus. Karena tidak ada pilihan lain, mereka akhirnya memilih menumpang Bus ALS yang kemudian mengalami kecelakaan maut.
“Mereka ini sudah dua kali ketinggalan bus. Karena tidak ada bus lain, akhirnya naik Bus ALS itu,” katanya sambil menyeka air mata.
Ia mengetahui kabar kecelakaan tersebut setelah melihat informasi yang beredar di media sosial. Setelah mencocokkan nomor polisi bus, Hambali mulai merasa cemas karena sesuai dengan bus yang ditumpangi keluarganya.
“Saya tahu dari berita dan media sosial. Setelah cek nomor polisi bus, ternyata benar itu bus yang ditumpangi anak saya,” jelasnya.
Di lokasi yang sama, keluarga sopir truk tangki BBM bernama Yanto juga tampak menunggu proses identifikasi jenazah.