Lanjutnya, atas dasar itulah agar anak-anak bisa belajar meski keterbatasan sarana namun tetap bisa mengikuti belajar secara langsung di lokasi alam terbuka.
“Meski demikian anjuran pemerintah dengan penerapan Protokol Kesehatan seperti mencuci tangan, pakai masker dan menjaga jarak tetap kami kedepankan,”lanjutnya.
Lebih lanjut, Buya Zul mengungkapkan sistem belajarnya pun kami atur dimana untuk tingkat SMP atau Tsanawiyah di mulai pagi dari jam tujuh sedangkan untuk tingkat SMA belajarnya di mulai siang. Pembagian ini agar tidak menimbulkan kerumunan para santri itu sendiri.
“Sesungguhnya kualitas pendidikan itu bukan di tentukan oleh kemewahan sarana dan prasarana tempat pendidikan akan tetapi sangat di tentukan dari rasa keprihatinan dan kemandirian santri dalam menambah ilmu pengetahuan. Karena banyak para pemimpin dan tokoh terlahir dari kondisi pendidiikan yang sangat sederhana,”terangnya.
Kemudian, Buya Zul berpesan kepada santrinya agar dapat menjadi sebagai anak anak yang sholeh yang bermanfaat bagi orang banyak dan kebangaan kedua orang tuamu serta para guru guru mu yang selalu membing dan mendoakan perjalanan hidupmu dalam menimba Ilmu di Pesanten Thawalib Darussalam Serasan.