“Kondisi ponpes yang berdiri sekitar 2003 ini fasilitas penunjang seperti gedung belajar. Asrama laki-laki, kantor, dan fasilitas olahraga dan air terutama karena sumur sudah mulai kering dan lainnya sangat memprihatinkan dan sangat kurang. Karena itu jika ada para donatur atau dermawan terutama pemerintah daerah. perusahaan negeri dan swasta sangat kami harapkan agar kegiatan belajar para santri dapat berjalan dengan nyaman dan aman,”ulasnya.
Sementara, beberapa siswa mengatakan proses belajar dengan sistem di alam terbuka ini sangat senang danembuat kami yang belajar tidak ngantuk dan suntuk. Dengan belajar di alam terbuka beratap daun sawit dan berlantai tanah ini merupakan suatu penerapan ilmu tentang kondisi alam yang sebenarnya dan menambah swasana belajar santai dan reliks.
“Terlebih di massa Pandemi Covid ini karena keterbatasan sarana untuk belajar daring di tambah kondisi ruang belajar sangat memperihatinkan belajar di alam terbuka ini merasa aman dan nyamam,”pungkasnya.(red)