BABAT TOMAN, Topik Sumsel – Melalui Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), PT Petro Muba. Station Storage dan Station Setling telah didirikan dan diresmikan sejak 19 Desember 2018 lalu di atas lahan seluas 2 hektar di Kelurahan Babat Toman, Kecamatan Babat Toman.
Untuk diketahui, Station Storage dan Station Setling (tempat penyimpanan/stasiun pengumpul,red) merupakan kerjasama dari PT Petro Muba dengan PT Pertamina EP dan PT PDPDE Gas. Serta penambang existing KMK (Kelompok Masyarakat Kukui) untuk mengangkut minyak dari sumur tua ke stasiun pengumpul Pertamina Ramba sebagaimana dituangkan dalam kontrak kerja sama.
Namun, bangunan kedua Station yang terdiri dari 18 tanki yakni 9 tanki setling dan 9 tanki storage ini dengan masing-masing kapasitas tanki 40 kiloliter. Yang awalnya diciptakan demi zero illegal drilling dan zero illegal refinary kini sudah tak ada aktifitas lagi alias terbengkalai.
“Sudah satu tahun ini pak, tidak ada lagi aktifitas loading mobil tangki yang masuk dalam Station ini pak,” ujar Hasan (40) seorang Satpam Station milik PT Petro Muba saat dibincangi, Minggu (30/1/2022).
Hasan menjelaskan, aktifitas di Station ini masih berjalan sekitar satu setengah tahun lalu, saat itu banyak mobil tangki yang masuk mengantarkan minyak mentah. Dalam sehari bisa enam sampai sepuluh mobil yang masuk secara bergantian.
“Setelah minyak mentah ditampung di tanki Storage dan tanki setling, lalu dibersihkan kemudian barulah dilakukan pengiriman ke pihak PT Pertamina EP untuk di kelola kembali menjadi BBM,” jelasnya.
Ia mengutarakan, meski station sudah tidak lagi berfungsi sebagai penampungan minyak mentah dari masyarakat. Namun ia bersama dengan ke lima rekan nya tetap menjaga, yang dibagi per shift pagi hingga sore hari dua orang, sore hingga malam hari dua orang dan shift malam hingga pagi hari dua orang. “Jumlah penjaga ada enam orang, dan kami menjaga ini setiap hari secara bergantian,” lanjutnya.
Hal itu tetap dilakukan penjagaan, karena ditakutkan bangunan ini diganggu orang yang tidak bertanggung jawab. “Takut hilang dan rusak pak, maka dari itu kami tetap diperintahkan untuk menjaga storage ini,” tukasnya.
Sementara, Plt Bupati Muba Beni Hernedi SIP mengatakan, mengenai hal itu memang ada benar jika tidak ada lagi kerja sama dengan BUMD,.
“Hal itu dikarenakan tidak lagi mendapatkan minyak mentah, dan tidak ada aktifitas lagi, karena tidak ada hasil. Namun kalau soal angkut minyak hingga saat ini saya mendapatkan laporan PT Petro Muba tetap berjalan, tidak tahu kerja sama dengan siapa,” ungkapnya.(win)