“Hari ini kami menerima 16 kantong jenazah korban kecelakaan lalu lintas. Seluruhnya langsung ditempatkan di ruang pendingin dan proses identifikasi segera dilakukan,” ujar Andrianto.
Ia menjelaskan, RS Bhayangkara bersama Polda Sumsel telah membentuk tim DVI untuk mempercepat proses identifikasi korban.
Untuk tahap awal, pemeriksaan dilakukan oleh dokter forensik RS Bhayangkara sambil menunggu kedatangan tim DVI Mabes Polri dari Jakarta.
“Kami rencanakan proses identifikasi dimulai sekitar pukul 08.00 WIB. Tim forensik RS Bhayangkara akan melakukan pemeriksaan awal sambil menunggu tim DVI Mabes Polri tiba,” katanya.
RS Bhayangkara juga membuka posko pengaduan bagi keluarga korban. Masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga diminta segera datang membawa data pendukung untuk membantu proses identifikasi.
“Kami mengimbau keluarga korban agar datang ke posko DVI dengan membawa dokumen pendukung seperti KTP, kartu keluarga, ijazah, rekam medis, data gigi, maupun ciri khusus korban lainnya,” jelasnya.