Beruntung, saat kejadian jumlah penghuni asrama tidak banyak. Sebagian mahasiswa sedang pulang kampung, libur perkuliahan, dan ada pula yang tengah menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN).
“Kalau dalam kondisi normal, penghuni asrama cukup banyak. Tapi saat kejadian, sebagian sedang pulang dan ada yang KKN, jadi tidak terlalu ramai,” jelasnya.
Asrama Ranggonang Muba diketahui dibangun dalam dua tahap, yakni tahap pertama pada 2011 dan tahap kedua pada 2012. Sejak pembangunan selesai, belum pernah dilakukan renovasi maupun pemeliharaan menyeluruh terhadap gedung tersebut.
Ridwan menyebut, sejauh ini kunjungan dari pihak terkait hanya sebatas peninjauan singkat tanpa tindak lanjut perbaikan.
Hingga kini, kondisi bangunan masih dalam penanganan dan evaluasi lebih lanjut guna memastikan keamanan penghuni serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.