Sandi menjelaskan bahwa pemuda harus dilibatkan sebagai subjek dalam pembangunan, dan diharapkan berpartisipasi aktif dalam berbagai sektor, termasuk agenda global seperti SDGs (Sustainable Development Goals).
Ia juga memaparkan Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) 2024, yang menunjukkan bahwa capaian pendidikan dan kesehatan telah meningkat, namun partisipasi dan kepemimpinan masih perlu diperkuat. “Capaian ini harus ditingkatkan dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan dunia industri untuk menciptakan ekosistem pelayanan kepemudaan yang inovatif,” ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispopar) Muba, M. Fariz SSTP, menekankan bahwa semangat Sumpah Pemuda harus menjadi landasan dalam membangun persatuan di kalangan generasi muda. Ia mengajak pemuda untuk aktif dalam pembangunan daerah dan menghindari penyalahgunaan narkoba.
Dengan semangat dan komitmen yang tinggi, peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-96 di Muba lanjutnya diharapkan dapat menjadi momentum bagi pemuda untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa dan daerah.