“Setiap musim hujan, enam kecamatan ini memiliki tingkat kerentanan tinggi terhadap banjir. Karena itu mitigasi sejak dini sangat penting dilakukan,” katanya.
Selain menyiagakan personel dan perlengkapan penanganan cepat, BPBD Muba juga melakukan patroli rutin, terutama pada malam hari, serta intensif memberikan edukasi kepada warga bantaran sungai.
Sementara itu, Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Provinsi Sumatera Selatan, Nandang Pangaribowo, menjelaskan bahwa saat ini wilayah Sumatera Selatan, termasuk Kabupaten Muba, sedang memasuki puncak musim hujan.
“Musim hujan diperkirakan berlangsung hingga April 2026, dengan puncaknya pada Desember 2025. Curah hujan di wilayah Muba, khususnya pesisir barat, diprediksi cukup tinggi berkisar antara 300 hingga 400 milimeter per bulan,” jelas Nandang.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai angin kencang dan petir, terutama di wilayah dengan topografi landai seperti Muba.
“Saat pembentukan awan hujan, potensi angin kencang sering terjadi, terlebih jika disertai petir. Masyarakat diimbau segera mencari tempat aman saat kondisi tersebut muncul,” tambahnya.