“Kami di sini sebagai bentuk solidaritas, turut mendoakan agar mereka bisa kembali dalam keadaan selamat. Kami harap mereka pulang,” ujar Resha.
Di tengah doa dan harapan tersebut, Resha juga mengingatkan pentingnya membangun budaya saling menjaga di kalangan jurnalis, terutama saat menjalankan tugas di daerah bencana maupun lokasi yang memiliki potensi bahaya.
Menurutnya, wartawan yang akan berangkat ke lokasi berisiko perlu selalu menginformasikan keberadaan dan tujuan kepada rekan-rekan sesama jurnalis.
“Pesan kami, saling jaga. Kalau kita berangkat ke tempat bencana, berangkat ke mana yang berpotensi berbahaya, kita harus memberitahu rekan-rekan kita,” katanya.
Ia menilai kebiasaan sederhana tersebut sangat penting dalam kondisi darurat. Informasi mengenai lokasi dan aktivitas seorang jurnalis dapat membantu rekan sejawat maupun pihak terkait melakukan koordinasi dan meminta pertolongan apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.
Hal senada disampaikan jurnalis senior Sumsel, Oktaf Riyadi. Ia mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk ikhtiar dan harapan bersama agar seluruh korban segera ditemukan.