“Kita mengadakan doa bersama hari ini. Teman-teman dari Forum Jurnalis Sumatera Selatan, dari PWI, AJI, PFI, AMSI dan lain-lain sama-sama berharap teman kita kembali,” ujarnya.
Oktaf menegaskan bahwa setiap profesi memiliki risiko, termasuk jurnalis yang dituntut bekerja di lapangan dan kerap menghadapi berbagai kondisi berbahaya. Namun, menurutnya, risiko tersebut harus menjadi pertimbangan utama sebelum melakukan penugasan.
“Berita, pengen dapat yang terbaik, dapat pujian dari kantor dan lain-lain. Atasan pun, pimpinan kita pun, cari berita yang sebaik-baiknya, tapi nomor satu tetap keselamatan,” tegasnya.
Menurut Oktaf, keselamatan wartawan bukan hanya menjadi tanggung jawab jurnalis yang bertugas di lapangan. Pimpinan media juga memiliki peran penting untuk mempertimbangkan kondisi serta potensi risiko sebelum mengirim wartawan ke lokasi tertentu.
“Pimpinan juga harus melihat, ini bahaya nggak kalau kita kirim wartawan kita. Itu harus dipertimbangkan,” katanya.
Ia menambahkan, prinsip keselamatan tersebut berlaku bagi seluruh insan pers, baik wartawan tulis, pewarta foto, jurnalis televisi maupun jurnalis yang menjalankan tugas investigasi.