PALEMBANG, Topik Sumsel — Dewan Kesenian Sumatera Selatan (Sumsel) nyatakan kesiapan mendukung Pemerintah Kota Palembang dalam pengembangan atraksi wisata berbasis sejarah dan budaya.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Dewan Kesenian Sumsel, Iqbal Rudianto, dalam acara peluncuran tiga destinasi wisata baru oleh Pj Wali Kota Palembang, Dr. A. Damenta, di depan Lawang Borotan, samping Benteng Kuto Besak, Jumat (25/10/2024).
Dalam acara tersebut, Iqbal menekankan pentingnya kolaborasi antara Dewan Kesenian Sumsel dan pemerintah untuk menciptakan atraksi yang menarik bagi wisatawan.
“Dewan Kesenian Sumsel siap membantu pemerintah merancang dan mengembangkan atraksi yang mampu menarik lebih banyak pengunjung ke Palembang. Dengan memanfaatkan kekayaan seni dan budaya lokal, kita bisa menghadirkan pengalaman yang unik dan berkesan bagi setiap wisatawan,” terang pria yang akrab disapa Didit itu.
Iqbal juga menjelaskan konsep 3A yang menjadi fokus dalam pengembangan pariwisata. Elemen pertama adalah Atraksi, yang mencakup daya tarik utama yang membuat wisatawan tertarik untuk datang, seperti keindahan alam, budaya, dan sejarah. Dewan Kesenian Sumsel akan berfokus pada pemanfaatan Gedung Walikota Palembang, Lawang Borotan, dan Gedung Kesenian Palembang sebagai atraksi yang menonjolkan nilai sejarah dan budaya.
Selanjutnya, ada Amenitas, yang merujuk pada fasilitas pendukung yang menjamin kenyamanan wisatawan, termasuk hotel, restoran, dan pusat perbelanjaan. Dewan Kesenian Sumsel berkomitmen untuk berkolaborasi dengan pelaku usaha lokal dalam meningkatkan kualitas akomodasi dan layanan.
Terakhir, Aksesibelitas, mengacu pada kemudahan dalam mencapai destinasi wisata, mencakup transportasi dan infrastruktur. Dewan Kesenian Sumsel akan mendorong perbaikan infrastruktur transportasi untuk memudahkan akses ke lokasi-lokasi wisata.
Selain itu, Didit mengajak masyarakat untuk bersama-sama memajukan kebudayaan yang kaya dan beragam di Sumatera Selatan. Ia menekankan bahwa seni adalah jendela untuk memahami diri dan lingkungan, serta alat penting dalam menjaga identitas budaya di tengah arus globalisasi.
“Dengan kolaborasi yang solid, kita dapat menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan dan bermanfaat bagi semua pihak,” pungkasnya.
“Dengan langkah ini, diharapkan Palembang dapat semakin dikenal sebagai destinasi wisata yang menarik, beragam, dan kaya akan nilai sejarah serta budaya, mendukung upaya pemerintah dalam meningkatkan sektor pariwisata di kota ini,” jelas Didit.