Pelatihan ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas petugas dalam menangani situasi darurat. Sebagai garda terdepan dalam penanganan gawat darurat, tenaga kesehatan harus memiliki keterampilan, pengetahuan, dan sikap yang tepat untuk mengurangi angka kematian dan morbiditas.
Pelatihan ini juga, dikatakannya menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan tim PSC 119 dalam mengoperasikan aplikasi PSC 119 Sirene Muba, yang digunakan untuk menerima dan memproses panggilan kegawatdaruratan medis secara efisien. Selain itu, lanjutnya sebagai bagian dari evaluasi, penilaian akan dilakukan untuk menentukan tim PSC 119 terbaik tingkat Kabupaten Musi Banyuasin.
“Dengan pelatihan ini, kami berharap petugas PSC 119 Kabupaten Musi Banyuasin semakin siap dan terampil dalam memberikan pertolongan pertama, serta mampu mengoperasikan aplikasi PSC 119 dengan baik. Hal ini akan meningkatkan kualitas pelayanan kegawatdaruratan di daerah ini,” tambah dr. Azmi.
Melalui pelatihan ini, diharapkan layanan kesehatan gawat darurat di Kabupaten Musi Banyuasin akan semakin optimal, sehingga dapat memberikan respons yang cepat dan tepat dalam menangani berbagai kasus kegawatdaruratan, serta mengurangi risiko kecacatan dan kematian yang disebabkan oleh keterlambatan penanganan medis.