“Paling hanya ada dua sampai tiga tambang yang suplai ke domestiknya kurang, sisanya malah banyak suplai ke dalam negeri,” katanya, pekan lalu.
Andi menerangkan, suplai ke domestik tersebut ditujukan untuk memenuhi pasokan bagi pembangkit-pembangkit PT PLN (Persero). Sementara ekspor batu bara asal Sumsel menyasar pasar China, India dan sebagian Asia Tenggara, seperti Vietnam.
Pihaknya pun menyambut positif atas langkah pemerintah yang membuka keran ekspor secara bertahap. “Karena ya kita lihat ternyata banyak juga yang sudah memenuhi DMO di atas 75%,” katanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, nilai ekspor pertambangan, yang didominasi batu bara, mencapai US$232,5 juta per November 2021.
Angka tersebut melejit hingga 454,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Sektor pertambangan pun berkontribusi sebesar 32,09% terhadap ekspor Sumsel.(red)