“Fokus utama yang kami bahas adalah penanganan bencana, terutama karhutla. Damkar kini memiliki sarana dan prasarana yang tersebar di delapan kecamatan. Dengan kondisi tersebut, ketika ada laporan kebakaran, personel Damkar di kecamatan dapat bergerak lebih dahulu sebagai tim respons awal, kemudian BPBD memberikan dukungan lanjutan dari Sekayu,” ujar Marko.
Ia menjelaskan, kerja sama tersebut juga bertujuan menyamakan pola koordinasi antarinstansi agar tidak terjadi lagi miskomunikasi dalam penanganan bencana seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
“Kerja sama ini memang kami khususkan untuk penanggulangan bencana. Sebelumnya sempat terjadi kendala koordinasi karena saat itu Dinas Damkar belum terbentuk. Sekarang kami ingin seluruh mekanisme dituangkan dalam bentuk kerja sama resmi sehingga penanganan di lapangan menjadi lebih jelas,” katanya.
Marko menambahkan, BPBD juga akan mendukung penguatan kapasitas Damkar, termasuk berbagi sarana dan prasarana kebencanaan yang dimiliki.
“Peralatan yang kami miliki lebih lengkap untuk penanggulangan berbagai jenis bencana. Sementara Damkar memiliki spesialisasi pada penanganan kebakaran. Jadi kami akan saling melengkapi agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ungkapnya.