“Provinsi Sumatera Selatan sekarang berusia 80 tahun, usia yang tidak mudah. Sumsel merupakan salah satu penopang ekonomi nasional, namun berbanding terbalik dengan realita rakyat hari ini. Masyarakat masih belum sejahtera,” tegasnya dalam orasi.
PMII Sumsel juga menyoroti penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang dinilai belum sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat. Mahasiswa menilai anggaran daerah seharusnya lebih difokuskan untuk pengentasan kemiskinan, pendidikan, dan pembangunan infrastruktur.
Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak Pemerintah Provinsi Sumsel memberikan klarifikasi terbuka terkait dugaan korupsi dana hibah tahun 2020 hingga 2022. Mereka menilai persoalan tersebut mencederai rasa keadilan publik dan menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah.
Selain itu, mahasiswa juga menyoroti proyek pembangunan kawasan perkantoran Pemprov Sumsel di Keramasan yang dinilai belum jelas realisasinya dan berpotensi menjadi pemborosan anggaran jika tidak diselesaikan secara transparan.