Ketua Koperasi Rezeki Bersama Sejahtera (RBS), Hafiz Ramadhonie, mengatakan penerapan Good Engineering Practice merupakan langkah strategis untuk menciptakan tata kelola sumur minyak rakyat yang profesional, tertib, dan berkelanjutan.
“Selain meminimalkan risiko kecelakaan kerja, penerapan Good Engineering Practice juga bertujuan mengurangi dampak terhadap lingkungan serta meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan kegiatan produksi minyak rakyat,” ujarnya.
Menurut Hafiz, materi yang diberikan meliputi penggunaan peralatan sesuai standar, penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), pengendalian potensi kebakaran, pengelolaan limbah, hingga evaluasi dan pengawasan berkala terhadap seluruh aktivitas operasional.
Ia menjelaskan, sosialisasi tersebut juga menjadi wadah diskusi antara koperasi dengan para pemilik sumur untuk membahas berbagai kendala yang dihadapi dalam penerapan standar operasional di lapangan.
“Melalui dialog ini kami berharap terbangun kesamaan persepsi mengenai pentingnya budaya kerja yang mengutamakan keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, dan tanggung jawab dalam menjaga kelestarian lingkungan,” katanya.