“Saya lihat sumur yang di bawah naungan Petro Muba bisa dilakukan dengan baik,” ujarnya.
Sementara terkait masih ditemukannya aktivitas illegal refinery di wilayah Muba, Dudung mengatakan persoalan tersebut akan dibahas lebih lanjut melalui komunikasi dengan pemerintah daerah.
“Terkait illegal refinery akan dilakukan komunikasi lagi lebih lanjut, tentunya melalui bupati,” jelasnya.
Di sisi lain, Direktur Utama PT Petro Muba, Khadafi, mengaku tidak mendapat informasi khusus sebelumnya terkait kunjungan KSP ke perusahaan yang dipimpinnya tersebut.
“Kalau atensi khusus dari KSP tidak ada, saya juga kaget KSP akan datang ke Petro Muba yang merupakan BUMD di Kabupaten Muba,” kata Khadafi.
Dalam kunjungan tersebut, Petro Muba memaparkan kinerja perusahaan sekaligus pengelolaan minyak dari sumur masyarakat kepada KSP. Paparan tersebut, menurut Khadafi, mendapat apresiasi dan dukungan dari pemerintah pusat.
“Kita sempat paparan ke KSP dan tanggapan beliau mengapresiasi. Beliau menyupport secara penuh, jika ada kendala bisa disampaikan ke kantor KSP,” ujarnya.