“Pada saat motor jukung melewati jembatan III P3, lambung kiri bawah kapal mengalami kerusakan atau jebol yang diduga menabrak tonggak di dalam air, sehingga air masuk kedalam jukung. Lalu, motor jukung dipinggirkan di pinggiran saluran parit”, jelas Susanto.
Sementara, Camat Lalan Andi Suharto SSTP MSi mengatakan, kejadian tenggelamnya motor jukung tersebut merupakan murni musibah. “Ya, kejadian tersebut murni musibah, bukan karena kerusakan terdahulu pada jukung”, katanya.
Lanjut Andi, pupuk bersubsi yang dibawa jungkung tersebut merupakan pupuk NPK bermerk Phonska yang merupakan dibawah untuk petani di Kecamatan Lalan guna meningkatkan hasil gabah.
“Semoga saja bisa menemukan titik tengah atas kejadian ini. Karena, di satu sisi pihak supplier mengalami kerugian yang cukup besar, namun di sisi lain juga pupuk bersubsidi tersebut milik petani dan bisa menimbulkan kerugian juga bagi petani apabila pupuk tersebut tidak diganti oleh pihak supplier”, ungkapnya.(win)